Senin, 21 Maret 2016

Pengertian dan Jenis - jenis Laporan bisnis (tugas softskill)

PENGERTIAN DAN JENIS - JENIS LAPORAN BISNIS

Disusun Oleh :

            Yulia Anggraini      5C214534

KELAS :2DF02


Dosen : Tantyo Setyowati


UNIVERSITAS GUNADARMA

ATA 2015/2016




KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Atas berkat, rahmat dan hidayah-Nya maka penulis dapat menyelesaikan karya tulis yang berjudul “Pengertian dan jenis – jenis laporan bisnis” ini hingga selesai.
Tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu untuk memenuhi tugas softskill sekaligus menambah ilmu pengetahuan dengan mengetahui sedikit banyaknya tentang materi mengenai pengertian dan jenis – jenis laporan bisnis pada komunikasi bisnis.
Dan tidak lupa juga sayamengucapkan banyak – banyak terimakasih kepada orang tuasaya yang telah memberikan dananya untuk membantu pembuatan makalah ini, kepada teman-teman sekalian yang telah memberikan banyak masukkan, saran dan kritikan tentang makalah ini, dan khususnya pada semua pihak yang mungkin tidak bisa saya sebutkan satu-persatu yang telah membantu saya dalam menyelesaikan makalah ini hingga selesai.
Dengan selesainya makalah ini sayaberharap supayamakalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca sekaliandidalam kehidupan sehari-hari mengenai masalah yang saya bahas.





                                                                                                Bekasi,Maret 2016


                                                                                                                        Penulis



DAFTAR ISI

Kata Pengantar                                                                                                           i                      
DaftarIsi                                                                                                                                  ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1  LatarBelakang                                                                                                       1
1.2  Batasan Masalah                                                                                                    1
1.3  Tujuan Penulisan                                                                                                   1
BAB II PEMBAHASAN
2.1  Pengertian Laporan bisnis                                                                          2
2.2  Penggolongan Laporan Bisnis                                                                  3
2.3  Tahap Sebelum Penulisan Laporan Bisnis                                                            4
2.4  Bagian Pokok Laporan Bisnis                                                                               5
2.5  Pengorganisasian isi Laporan Bisnis                                                                     6
2.6  Cara Menyusun Teks Laporan Bisnis                                                                   7
2.7  Metode Kerangka                                                                                                 7

BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan                                                                                                            8


BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Laporan bisnis adalah suatu laporan yang memiliki sifat netral, tidak memihak, memiliki tujuan yang jelas dan berisi rencana penyajian fakta kepada seseorang atau lebih untuk tujuan bisnis tertentu.
Pada umumnya penulisan laporan bisnis digunakan untuk memenuhi berbagai keperluan, antara lain:
1)      Untuk memonitor dan mengendalikan operasional perusahaan, misalnya, laporan operasi, laporan kegiatan karyawan.
2)      Untuk membantu mengimplementasikan kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur yang telah ditetapkan perusahaan, misalnya kebijakan penempatan karyawan.
3)      Untuk memenuhi persyaratan-persyaratan hukum dan peraturan-peraturan yang berlaku bagi perusahaan, misalnya laporan pajak, laporan analisis dampak lingkungan, laporan ketenagakerjaan (perburuhan).
4)      Untuk mendokumentasikan prestasi kerja yang diperlukan baik bagi keperluan internal maupun eksternal, misalnya laporan kinerja, laporan perkembangan kegiatan.
5)      Untuk menganalisis informasi dan memberikan bimbingan bagi pengambilan keputusan-keputusan atas masalah tertentu, misalnya laporan riset, laporan justifikasi.

1.2  Batasan Masalah
Tugas ini dibuat untuk memenuhi tugas softskill yaitu mengenai pengertian dan jenis laporan bisnis dalam perencanaan laporan bisnis

1.3  Tujuan Penulisan
Makalah ini diharapkan dapat memberi manfaat kepada para pembaca berupa :
1.      Pengetahuan mengenai laporan bisnis, dan
2.      Pemahaman mengenai apa itu laporan bisnis




BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Pengertian laporan bisnis
Laporan bisnis adalah suatu laporan yang memiliki sifat netral, tidak memihak, memiliki tujuan yang jelas dan berisi rencana penyajian fakta kepada seseorang atau lebih untuk tujuan bisnis tertentu.
Menurut Herta A. Murphy dalam Bukunya “ Efective Business Communications” mendefinisikan Laporan Bisnis (business report) adalah suatu laporan yang memiliki sifat netral, tidak memihak, memiliki tujuan yang jelas, dan berisi rencana penyajian fakta kepada seorang atau lebih untuk tujuan bisnis tertentu.
Menurut Himstreet Laporan Bisnis adalah suatu pesan-pesan objektif yang disusun secara teratur dan digunakan untuk menyampaikan informasi dari suatu bagian organisasional atau dari satu institusi atau lembaga kelembaga yang lain guna membantu pengambilan keputusan atau pemecahan masalah.
Pada umumnya penulisan laporan bisnis digunakan untuk memenuhi berbagai keperluan, antara lain:
1)      Untuk memonitor dan mengendalikan operasional perusahaan, misalnya, laporan operasi, laporan kegiatan karyawan.
2)      Untuk membantu mengimplementasikan kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur yang telah ditetapkan perusahaan, misalnya kebijakan penempatan karyawan.
3)      Untuk memenuhi persyaratan-persyaratan hukum dan peraturan-peraturan yang berlaku bagi perusahaan, misalnya laporan pajak, laporan analisis dampak lingkungan, laporan ketenagakerjaan (perburuhan).
4)      Untuk mendokumentasikan prestasi kerja yang diperlukan baik bagi keperluan internal maupun eksternal, misalnya laporan kinerja, laporan perkembangan kegiatan.
5)      Untuk menganalisis informasi dan memberikan bimbingan bagi pengambilan keputusan-keputusan atas masalah tertentu, misalnya laporan riset, laporan justifikasi.
Untuk memperoleh sumber pendanaan atau membuka bisnis baru, misalnya proposal penjualan, proposal pengembangan produk baru.


2.2  Penggolongan Laporan Bisnis
Laporan Bisnis dapat digolongkan menjadi :
1.    Menurut fungsinya.
Jenis laporan menurut fungsinya terdiri Laporan Informasional dan Laporan Analitis.        
Ø Laporan informasional adalah laporan yang member informasi, menyajikan fakta-fakta tanpa melakukan analisis, tanpa  kesimpulan, dan tanpa memberikan rekomendasi.
Ø Laporan Analisis adalah laporan yang menyajikan fakta, menganalisis dan menginterprestasikan, kemudian menyimpulkan dan memberi rekomendasi.
     Contoh : laporan kemajuan pekerjaan, Rekomendasi dan proposal.

2.    Laporan menurut Subjeknya
Laporan menurut subjeknya adalah laporan yang didasarkan menurut departemen atau unit tempat laporan itu diperoleh. Contoh-contohnya adalah laporan akuntansi, laporan personalia, laporan produksi dan sebagainya.

3.    Laporan menurut Formalitasnya
Laporan jenis ini dapat dibedakan atas laporan formal atau laporan laporan panjang (pada umumnya lebih dari 10 halaman) dan laporan nonformal atau laporan singkat.

4.  Menurut keasliannya
·         Laporan Otoritas : laporan yang dibuat atas dasar permintaan atau kuasa dari orang lain.
·         Laporan sukarela : inisiatif dari pembuat laporan itu sendiri.
·         Laporan swasta : laporan yang dibuat oleh organisasi atau perusahaan swasta.
·         Laporan public : disusun oleh lembaga pemerintah atau lembaga yang dibiayai Negara.

5.    Menurut frekuensinya
             Terdiri dari laporan berkala dan laporan khusus
·         Laporan Berkala yaitu laporan yang disusun harian, mingguan, bulanan, semesteran, tahunan.contoh: laporan penjualan
·         Laporan Khusus : laporan atas kejadian yang unik(khusus) seperti laporan mengenai krisis dalam perusahaan.
6.    Menurut jenisnya
     Suatu laporan dipengaruhi oleh formalitas dan panjangnya laporan.
·         Laporan infomal meliputi laporan memorandum, laporan surat, dan laporan cetak. laporan formal sering disebut dengan laporan panjang.
·          Laporan surat merupakan suatu laporan yang menggunakan format surat dengan kepala surat. Laporan dalam bentuk cetakan mempunyai judul yang sudah tercetak, instruksi, baris-baris kosong. Laporan formal biasanya lebih panjang daripada laporan informal.

7.    Menurut Kegiatan Projek
Dalam melakukan suatu proyek, terdapat tiga jenis laporan,yaitu laporanpendahuluan, laporan perkembangan, dan laporan akhir.

8.    Laporan menurut Pelaksanaan Pertemuan
                  Yang termasuk ke dalam laporan jenis ini adalah agenda, resolusi, notulen, dan laporan pertemuan.  
·         Agenda : suatu dokumen yang ditulis sebelum pertemuan berlangsung, dan biasanya terdiri atas jadwal pelaksanaan dan topic yang akan dibahas dalam pertemuan sehingga akan membantu peserta dalam persiapan.
·         Resolusi merupakan laporan singkat secara formal berisi hasil consensus suatu pertemuan.
·         Notulen adalah laporan resmi dalam suatu pertemuan yang telah berlangsung yang mencakup semua hal yang terjadi dalam suatu pertemuan. Mencakup pembahasan yang lebih luas dan berisi hasil pertemuan atau konferensi penting.
·         Laporan pertemuan merupakan laporan resmi yang mencakup bahasan yang lebih luas dan berisi hasil pertemuan atau konfrensi penting.


2.3  Tahap Sebelum Penulisan Laporan Bisnis
1)   Definisikah Masalah, Tujuan, dan Ruang Lingkup. Perencanaan adalah melakukan analisis masalah, yang mencakup tujuan penyusunan laporan.
2)   Pertimbangkan Siapa yang akan Menerima Laporan. Menentukan Ide atau Gagasan. Tuliskan semua ide yang terlintas secara umum. Kemudian buatlah laporan berdasarkan rencana kerja yang rinci.
3)   Mengumpulkan Bahan yang Diperlukan. Mengumpulkan fakta yang diperlukan dari sumber-sumber yang dapat dipercaya.
4)    Menganalisis dan Menafsirkan Data.
5)   Mengorganisasi Data dan Mempersiapkan Kerangka Akhir.

2.4  Bagian pokok Laporan Bisnis
1)   Pendahuluan
Dalam hal pendahuluan dapat dipertimbangkan beberapa hal seperti:
a.       Pemberi kuasa : individu atau organisasi yang meminta laporan
b.      Layout atau presentasi : informasi kepada pembaca tentang apa saja yang akan di bahas.
c.        Masalah : diformulasikan awal pada pendahuluan sebelum maksud dan tujuan laporan bisnis disampaikan.
d.       Maksud : point terpenting dalam pelaporan bisnis
e.        Ruang lingkup : berhubungan dengan luas cakupan atau batas bahasan
f.        Metodologi : metode pengumpulan informasi
g.       Sumber-sumber; sumber dalam pelaporan bisnis baik lisan maupun tertulis.
h.      Latar belakang : jika pembaca dianggap perlu mengetahui latar belakang maka,wajib disampaikan.
i.          Definisi istilah : menjelaskan beberapa istilah yang perlu dijelaskan
j.        Keterbatasan : dalam dana , waktu dan sumber  yang tersedia
k.       Rekomendasi
Untuk laporan singkat beberapa unsur tersebut dapat digabung menjadi satu atau dua paragraf dengan atau tanpa judul pendahuluan tapi biasanya bagian “pendahuluan ini dibuat sesuai dengan kebutuhan dan keinginan dari perusahaan tersebut”.
    
2)   Teks/isi
     Bagian terpanjang dari suatu laporan bisnis sehingga maksud dari laporan bisnis dapat dimengerti. Dalam bagian ini, kita membahas dan mengembangkan hal-hal yang penting secara rinci. Di samping itu, bagian ini dapat membantu kita mencapai maksud penulisan laporan bisnis. Penulisan laporan bisnis yang baik, harus mencakup temuan fakta yang penting dan relevan.
3)   Penutup
          Bagian penutup berfungsi untuk merangkum laporan secara menyeluruh, mengambil kesimpulan, atau memberi rekomendasi. Oleh karena itu, dalam Laporan Informasional bagian penutup ini dinamakan Rangkuman, sedangkan pada Laporan Analitis disebut Kesimpulan dan Rekomendasi. Hal-hal yang dipertimbangkan dalam bagian penutup adalah sebagai berikut:
a.         Rangkuman
Berisi ringkasan pembahasan secara menyeluruh.kadang kala hanya berisi point-poin yang penting, kekuatan dan kelemahan atau manfaat dan kerugian.
b.        Kesimpulan
Berisi evaluasi secara ringkas fakta – fakta yang dibahas tanpa memasukkan pendapat pribadi kita sebagai penulis.
c.           Rekomendasi
       Menyarankan suatu program tindakan yang didasarkan pada kesimpulan yang dibuat.
d.   Rencana Tindakan
Merupakan pernyataan terakhir yang mencakup waktu  pelaksanaan program, anggaran yang diperlukan dan orang-orang yang bertanggung jawab terhadap program yang

2.5  Pengorganisasian Isi Laporan Bisnis
Ada 2 cara yang dapat digunakan untuk menyusun isi laporan bisnis yaitu cara deduksi (langsung) dan cara induksi (tak langsung).
1.    Cara Deduksi
Menyampaikan ide pokok dan rekomendasi terlebih dahulu,setelah itu baru dijelaskan hal – hal yang rinci.Digunakan pada kriteria pembaca:
a.       Esekutif yang sibuk,ingin berita segera,
b.       Ingin mengetahui berita baik atau informasi netral,
c.        Ingin menganalisa data dengan baik ketika analisa laporan berada diawal.





2.    Cara induksi
Menjelaskan fakta – fakta yang ada terlebih dahulu,kemudian memberikan ide pokok, kesimpulan dan rekomendasi.Digunakan pada kriteria pembaca:
a. Ingin mengetahui penjelasan secara rinci terlebih dahulu,
b. Ingin mengetahui kesimpulan yang kurang menyenangkan,
c. Perlu membaca laporan secara keseluruhan bukan awalnya saja.
2.6  Cara Menyususn Teks Laporan Bisnis
Cara mengembangkan teks dengan berbagai cara berikut ini:
a.         Membuat Topik-topik atau Kriteria
b.        Menyusun Urutan suatu Peristiwa atau Kejadian-kejadian
c.          Mendeskripsikan Lokasi atau Tempat
d.         Menjelaskan suatu Proses atau Prosedur
e.         Menyusun Urutan Tingkat Pentingnya secara Alfabet
f.          menyusun Urutan Tingkat Familiaritas
g.         Menyusun Sumber-sumber yang Digunakan
h.         Pemecahan Masalah
2.7  Metode Kerangka
Jenis-jenis Judul
Judul topik (topic headings), Judul kalimat (complete sentence headings), Judul kalimat imperatif (imperative sentence headings), Judul varian (variant headings)
ü  Format Kerangka
ü  Paralelisme dalam Judul









BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Laporan bisnis adalah suatu laporan yang memiliki sifat netral, tidak memihak, memiliki tujuan yang jelas dan berisi rencana penyajian fakta kepada seseorang atau lebih untuk tujuan bisnis tertentu.
Laporan Bisnis dapat digolongkan menjadi :
1.    Menurut fungsinya.
Ø Laporan informasional
Ø Laporan Analisis
2.      Laporan menurut Subjeknya
3.    Laporan menurut Formalitasnya
4.  Menurut keasliannya
·         Laporan Otoritas
·         Laporan sukarela
·         Laporan swasta
·         Laporan public
5.    Menurut frekuensinya
·         Laporan Berkala
·         Laporan Khusus
6.    Menurut jenisnya
     Suatu laporan dipengaruhi oleh formalitas dan panjangnya laporan.
·         Laporan infomal meliputi laporan memorandum, laporan surat, dan laporan cetak. laporan formal sering disebut dengan laporan panjang.
·          Laporan surat merupakan suatu laporan yang menggunakan format surat dengan kepala surat.
7.    Menurut Kegiatan Projek
8.    Laporan menurut Pelaksanaan Pertemuan
4)   Pendahuluan
Dalam hal pendahuluan dapat dipertimbangkan beberapa hal seperti:
1)      Pemberi kuasa
2)      Layout atau presentasi
3)      Masalah
4)      Maksud
5)      Ruang lingkup
6)      Metodologi
7)      Sumber-sumber
8)      Latar belakang
9)      Definisi istilah
10)   Keterbatasan
11)   Rekomendasi
5)   Teks/isi
6)   Penutup
e.         Rangkuman
f.         Kesimpulan
g.        Rekomendasi
h.        Rencana Tindakan

Tahap Sebelum Penulisan Laporan Bisnis
1)   Definisikah Masalah, Tujuan, dan Ruang Lingkup.
2)   Pertimbangkan Siapa yang akan Menerima Laporan. Mengumpulkan Bahan yang Diperlukan.
3)    Menganalisis dan Menafsirkan Data.
4)   Mengorganisasi Data dan Mempersiapkan Kerangka Akhir.

Minggu, 27 Desember 2015

Analisis BCG Matrix pada PT Sido Muncul

Boston Consulting Group (BCG) adalah perusahaan konsultan manajemen global, didirikan oleh Bruce Henderson pada tahun 1963. Memiliki 69 kantor di 40 negara, dan CEO sekarang adalah Hans-Paul Biirkner. BCG umumnya digolongkan sebagai salah satu pengurus “paling bergengsi” konsultan perusahaan dalam industri itu.
Matriks BCG dapat di gambarkan sebagai berikut :

Matriks BCG adalah perangkat strategi untuk memberi pedoman pada keputusan alokasi sumber daya berdasarkan pangsa pasar. Matriks BCG merupakan empat kelompok bisnis, yaitu :
1.      Bintang (Star) mewakili peluang jangka panjang terbaik untuk pertumbuhan dan profitabilitas bagi organisasi. Divisi dengan pangsa pasar relatif yang tinggi dan tingkat pertumbuhan industri yang tinggi seharusnya menerima investasi yang besar untuk mempertahankan dan memperkuat posisi dominan mereka. Kategori ini adalah pemimpin pasar namun bukan berarti akan memberikan arus kas ositif bagi perusahaan, karena harus mengeluarkan banyak uang untuk memenangkan pasar dan mengantisipasi para pesaingnya.
2.      Tanda tanya (Question Mark) memiliki posisi pangsa pasar relatif yang rendah, tetapi mereka bersaing dalam industri yang bertumbuh pesat. Bisnis ini disebut tanda tanya karena organisasi harus memutuskan apakah akan memperkuat divisi ini dengan menjalankan strategi intensif (penetrasi pasar, pengembangan pasar, atau pengembangan produk) atau menjualnya.
3.      Sapi perah (Cash Cow) memiliki pangsa pasar relatif yang tinggi tetapi bersaing dalam industri yang pertumbuhannya lambat. Disebut sapi perah karena menghasilkan kas lebih dari yang dibutuhkanya, mereka seringkali diperah untuk membiayai untuk membiayai sektor usaha yang lain. Banyak sapi perah saat ini adalah bintang di masa lalu, divisi sapi perah harus dikelola unuk mempertahankan posisi kuatnya selama mungkin.
4.      Anjing (Dog) dari organisasi memiliki pangsa pasar relatif yang rendah dan bersaing dalam industri yang pertumbuhannya rendah atau tidak tumbuh. Mereka adalah anjing dalam portofolio perusahaan. Karena posisi internal dan eksternalnya lemah, bisnis ini seringkali dilikuidasi, divestasi atau dipangkas dengan retrenchment. Ketika sebuah divisi menjadi anjing, retrenchment dapat menjadi strategi yang terbaik yang dapat dijalankan karena banyak anjing yang mencuat kembali, setelah pemangkasan biaya dan aset besar-besaran, menjadi bisnis yang mampu bertahan dan menguntungkan.

Analisis BCG Pada PT Sido Muncul
Lingkungan dimana perusahaan beroperasi berubah dengan cepat, baik politik, sosial, ekonomi maupun tekhnologi. Perubahan lingkungan tersebut akan membuat pelaku industri untuk mengevaluasi rencana bisnis dan menurut perusahaan untuk mampu merencanakan bisnisnya dengan baik agar dapat bertahan, tumbuh dan berkembang. Memasuki millenium ketiga, tantangan dan hambatan yang dihadapi dunia industri semakin besar. Persaingan dunia industri di Indonesia semakin ketat, sehingga setiap perusahaan diharuskan meningkatkan kemampuannya untuk bersaing dalam perekonomian global.
Industri besar dan global mulai masuk ke berbagai industri makanan dan minuman, sebagai contoh adalah Air Mancur dan Nyonya Meneer. Kondisi ini menuntut setiap perusahaan untuk mengetahui posisinya dalam persaingan, sehingga perusahaan dapat merencanakan strategi pemasarannya.
Berdasarkan data hasil olahan Departement Perindustrian dan Perdagangan menunjukan bahwa perusahaan yang terlibat dalam industri jumlahnya meningkat dari waktu ke waktu. Pada tahun 2008 tercatat 2673 perusahaan dan berkembang menjadi 2924 perusahaan pada tahun 2009. Data tersebut memperlihatkan terjadinya pertumbuhan industri sebesar 4,48 %. Hal ini menunjukan perusahaan harus memperhatikan perencanaan dalam menjalankan usahanya, karena persaingan yang terjadi dalam perusahaan dapat mengakibatkan ancaman maupun peluang bagi setiap perusahaan.

Persaingan industri semakin ketat seiring dengan terus meningkatnya laju pertumbuhan industri. Persaingan ini mengakibatkan setiap industri lebih jeli dalam merumuskan strategi pemasaran perusahaannya. PT Sido Muncul merupakan industri jamu tradisional yang berada pada skala industri besar. Saat ini pertumbuhan pasar industri sebesar 16,67 % sedangkan pangsa pasar relatif terhadap pesaing utama adalah 0,07. Matriks Boston Consulting Group menytakan adalah perusahaan berada dalam posisi tanda tanya.

Minggu, 20 Desember 2015

PROFIL WIRAUSAHA SUKSES (Pengusaha Puding Puyo)

Founder dari Puyo ini adalah sepasang kakak adik yaitu Adrian Christoper Agus (23) dan Eugenie Patricia Agus (21). Bermula pada hobi sang ayah yang suka memasak, resep puding yang dimiliki ayah pun kini telah di kembangkan sehingga memiliki 9 rasa. Tidak tanggung-tanggung, Adrian serta Eugenie bereksperimen selama 3 bulan untuk mengembangkannya. Ini dilakukan agar puding Puyo mereka memiliki karakter serta rasa yang berbeda dari puding yang sudah beredar. Puyo tidak menggunakan susu hewani, melainkan menggunakan susu nabati,
Menurut Adrian dan Eugenie, marketing melalui sosial media sangatlah penting. Sosial media khususnya instagram sangat membantu usaha mereka, ditambah lagi mereka melakukan endorsmen kepada artis-artis untuk memperkenalkan produk mereka. Tidak hanya melalui sosial media, Adrian dan Eugenie kerap mengikuti bazar-bazar lokal yang sedang marak diadakan di mall-mall.
Dari modal 5 juta rupiah mereka mampu mengembangkan bisnisnya, yang dulunya hanya mampu memproduksi 100 cup per hari, kini permintaan mereka 10.000 cup perhari. Kini Adrian dan Eugenie telah memiliki 16 gerai serta 4 mobil box pendingin. Mereka berharap Puyo dapat bersaing dengan puding-puding dari luar negri yang sudah masuk lebih dulu di pasar Indonesia. Peluang bisnis kuliner atau usaha di bidang makanan dan minuman termasuk bisnis yang menjanjikan. Selama manusia masih butuh makan dan minum, selama itu pula pelaku usaha bisa mendulang untung besar.
Di samping menjualan makanan utama, jenis lain yang disukai konsumen adalah makanan penutup (desert). Salah satu desert yang populer di lidah masyarakat Indonesia adalah puding. Pelaku usaha yang merasakan manisnya laba dari bisnis ini adalah pasangan kakak adik Adrian Christopher Agus dan Eugenie Patricia Agus. Di bawah bendera Puyo, mereka merintis bisnis ini sejak Juli 2013.
Adrian mengaku alasan dia memproduksi puding awalnya iseng belaka. "Waktu itu ayah mencoba membuat resep puding. Ternyata, rasanya enak dan berbeda dengan puding yang dijual di pasar. Kami melihat ini sebagai peluang potensial," ujar pria yang baru berusia 22 tahun ini.
Bermodalkan uang Rp5 juta dari sang ayah, kakak adik ini mulai membeli perlengkapan dan peralatan untuk membuat puding. Setelah bereksperimen selama tiga bulan, Adrian menjual puding Puyo pada Juli 2013. Menurut dia, satu hal yang membedakan Puyo dengan puding lainnya ada di bahan dasar dan rasa. Alih-alih menggunakan susu hewani, dia justru memilih susu nabati yang lebih sehat. "Bukan cuma lebih sehat, puding kami juga cocok bagi mereka yang tidak bisa mengonsumsi susu hewani."
Selain itu, Puyo juga menawarkan rasa-rasa tak biasa, misalnya ubi ungu (taro), permen karet (bubble gum), pisang, teh hijau (green tea), stroberi, cokelat, mangga, dan hazelnut. Setial rasa hadir dengan warna puding yang menarik dan berbeda satu sama lain.
Pertumbuhan usaha Adrian dan Eugene tak hanya terlihat dari bertambahnya varian rasa, tetapi kapasitas produksi. Jika dulu dia hanya mampu membuat 100 cup puding, kini tim Puyo mampu menghasilkan 2.000-3.000 cup puding setiap hari.
Satu kemasan puding Puyo memiliki isi 240gram. Adrian membanderol puding-puding tersebut dengan harga Rp12.500 per cup dan Rp135.000 untuk satu lusin cup puding. Sayangnya, dia tidak mau mengungkapkan omzet dan margin keuntungan yang dia dapat. "Omzet Puyo di luar ekspektasi kami. Yang jelas, bisnis puding ini sangat potensil," katanya.

Setelah sukses menggaet konsumen via media sosial, dia juga beberapa kali mengikuti bazaar. Dari situ, antusiasme pembeli akan brand Puyo terus meningkat. Selain mengikuti bazaar, dia pun memberanikan diri untuk membuka gerai atau booth di dalam mall. Booth Puyo pertama diresmikan di salah satu pusat perbelanjaan di Alam Sutera, Tangerang, Jawa Barat dan booth kedua berlokasi di daerah Jakarta Selatan. 

Sabtu, 14 November 2015

Cara menjadi wirausahawan sukses


1.      Fokus, fokus dan fokus
Banyak pengusaha pertama kali membangun bisnis langsung melompat saat melihat kesempatan datang. Peluang ini sering menjadi jebakan "serigala berbulu domba". Menyulap beberapa bisnis akan membatasi efektivitas dan produktivitas. Sebaiknya lakukan satu hal dengan sempurna, bukan hal buruk. Jika Anda perlu melompat ke proyek lain, itu harus dari konsep asli.

2.      Tahu apa yang Anda lakukan. Lakukan apa yang Anda ketahui
Jangan memulai bisnis hanya karena tampaknya seksi atau menawarkan margin keuntungan yang besar. Lakukan apa yang Anda cintai. Bisnis dibangun di sekitar kekuatan dan bakat akan memiliki kesempatan lebih besar untuk sukses. Ini tidak hanya penting untuk menciptakan bisnis yang menguntungkan, ini juga penting bahwa Anda senang mengelola dan tumbuh dari hari ke hari. Jika hati Anda tidak di dalamnya, Anda tidak akan berhasil.

3.      Katakanlah dalam 30 detik atau jangan katakan itu sama sekali
Dalam kesempatan pertemuan dengan investor, Anda harus selalu siap dan memahami bisnis Anda. Nyatakan misi Anda, layanan dan tujuan secara jelas dan ringkas. Yakinkan untuk orang tersebut. Jika tidak memahami, jangan katakan yang membuat orang itu ragu.

4.      Tahu apa yang Anda tahu, apa yang Anda tidak tahu, dan siapa tahu apa yang tidak Anda lakukan
Tidak ada yang tahu segalanya, jadi jangan datang sebagai know-it-all. Kelilingi diri Anda dengan penasihat dan mentor yang bisa membantu menjadi pemimpin atau pengusaha yang lebih baik. Cari individu atau seseorang yang berpengetahuan, memiliki minat dan tujuan bisnis yang sama, serta melihat nilai bekerja sama dengan Anda untuk jangka panjang.

5.      Mulai bertindak hemat
Lupakan kantor mewah, mobil cepat dan rekening yang besar. Dompet Anda hidup dari darah perusahaan. Berlatih dan sempurnakan seni berhemat. Perhatikan setiap dolar atau rupiah dengan memeriksa setiap pengeluaran. Menjaga overhead yang rendah dan mengelola arus kas Anda secara efektif.

6.      Belajar di bawah api (under fire)
Tidak ada buku bisnis atau rencana bisnis yang dapat memprediksi masa depan atau mempersiapkan Anda sepenuhnya menjadi pengusaha sukses. Tidak ada hal rencana sempurna. Tidak ada jalan sempurna atau satu hal yang mudah dilalui. Jangan melompat tepat ke bisnis baru tanpa pemikiran atau perencanaan, tetapi tidak menghabiskan berbulan-bulan atau bertahun-tahun menunggu eksekusi. Anda akan menjadi seorang pengusaha baik ketika diuji di bawah api. Paling penting yang dapat Anda lakukan adalah belajar dari kesalahan, dan tidak pernah membuat kesalahan yang sama dua kali.

7.      Tidak ada yang akan memberi Anda uang
Pikirkan, tidak ada yang akan berinvestasi terhadap usaha Anda. Jika Anda membutuhkan modal besar untuk memulai usaha, kembali ke papan rencana. Cari titik awal, bukan titik akhir. Menurunkan rencana mahal dan pengeluaran wah. Sederhanakan ide sampai dapat dikelola sebagai usaha tahap awal. Temukan cara untuk membuktikan model bisnis Anda pada anggaran yang ketat. Menunjukkan nilai Anda sebelum mencari investasi. Jika konsep Anda berhasil, peluang Anda untuk meningkatkan modal dari investor secara dramatis akan datang.

8.      Hiduplah sehat
Anda akan jauh lebih produktif bila lebih memperhatikan (kesehatan) diri sendiri. Kewirausahaan adalah gaya hidup, bukan profesi 9-to-5. Bekerja sampai lelah akan membakar energi Anda, dan membuat Anda kurang produktif. Jangan membuat alasan, makanlah dengan benar, olahraga dan temukan waktu untuk diri sendiri.

Sabtu, 31 Oktober 2015

KONSEP PEMASARAN USAHA KECIL DAN MENENGAH BAGI SEORANG WIRAUSAHAWAN


Wirausaha Harus Melaksanakan Konsep Pemasaran

Ada lima konsep yang berkembang yaitu konsep produksi (production consept), Konsep

produk (product consept), konsep penjualan (selling cosept), konsep pemasaran (marketing

consept), konsep sosial (sosietal consept).

Evolusi yang terdapat dalam perkembangan kehidupan manajemen ialah :

 Konsep Produksi (Production Consept)

Konsep produksi bertitik tolak dari anggapan, bahwa konsumen ingin produk yang harga

murah dan mudah didapatkan dimana-mana,. Produsen yang menganut konsep ini, akan

membuat produksi secara massal, menekankan biaya dengan efisiensi tinggi, sehingga harga

pokok pabrik bisa ditekan dan harga jual lebih rendah dari saingan.

 Konsep Produk (Product Consept)

Pada saat barang masih langka di pasar, maka produsen memusatkan perhatian pada teknis

pembuatan produk saja. Produsen belum memperhatikan selera konsumen. Produsen hanya

membuat barang dengan to please onself, hanya menuruti bagaimana selera prosusen sendiri.

Produsen hanya melihat kecermin, tidak melihat jendela. Orang melihat cermin hanya

memperhatikanwajahnya saja, yaitu ia membuat barang yang cocok dengan kemauannya.

Lain halnya dengan melihat jendela, berarti melihat orang yang berada di luar/di jalan,

produsen memperhatikan orang lain.

 Konsep Penjualan (Selling Consept)

Disini produsen membuat barang, kemudian harus menjual barang itu, denagn berbagai

teknik promosi. Hal yang penting disini ialah adanya kegiatan promosi secara meksimal.

Paham dari konsep ini aialah, konsumen pasti akan mau membeli barang, bila mereka

dirangsang untuk membeli. Promosi besar-besaran adalah merupakan ciri khas dari selling

concept.

 Konsep Pasar (Marketing Consept)

Disini produsen tidak sekedar membuat barang, tidak pula asal melancarkan promosi. Akan

tetapi, produsen memusatkan perhatian pada perhatian konsumen, produsen memperhatikan

needs dan wants dari konsumen. Dalam hal ini produsen tidak lagi melihat cermin tetapi dia

meliahat jendela. Dengan melihat jendela berarti dia memeperhatikan orang yang berada

diluar bagaimana gerak-gerik, perilaku, dan kebiasaan-kebiasaan, selera konsumen. Jadi

produsen tidak hanya memperhatikan kebutuhan konsumen, tetapi juga memperhatikan apa

keinginan konsumen. Konsumen tidak hanya sekedar membeli fisik barang, tetapi yang

mengharapkan sesuatu dari barang itu, ini yang disebut dengan wants, yaitu ada sesuatu yang

lain yang diharapkan setelah membeli barang tersebut. Jika ini dapat dipuaskan, maka

kegiatan merketing perusahaan akan mencapai sukses.

 Konsep Pemasaran Berwawasan Sosial (Sosial Concept) Responsibility

Tingkat orientasi pada rasa tanggung jawab sosial dan kemanusiaan,. Krena banyaknya kritik

dan sorotan dari luar perusahaan, baik yang datang dari pemerintah, maupun dari masyarakat

melalui lembaga konsumen, maka perusahaan harus memiliki rasa tanggung jawab moral,

untuk melayani masyarakat sebaik-baiknya. Tanggung jawab sosial ini dalam artiluas, harus

menghasilkan barang yang baik tidak merusak kesehatan masyarakat. Menggunakan seumber

daya alam secara bertanggung jawab, selalu menjaga kebersihan air dan kebersihanudara dari

ancaman polusi, mengurangi kebisingan oleh mesin pabrik. Smeua ini harus dalam rangka

menciptakan suasana kehidupan yang baik dan tenteram dengan penuh rasa tanggung jawab

tidak mementingkan keuntungan perusahhan semata.

Artinya konsep marketing yang berwawasan sosial adalah konsep yang berusaha memenuhi

kebutuhan keinginan dan minat konsumen sehingga dapat memenuhi kepuasan konsumen

secara efisien dan efektif dan membuat kehidupan masyarakat menjadi lebih baik.

Contoh produk/perusahaan: Iklan rokok, sebut saja Clas mild dengan slogan “talk less do

more”, menggambarkan ketika mengkonsumsi rokok kita akan sedikit bicara dan banyak

bekerja dan akan keluar dari masalah, iklan yang baru-baru ini, seorang yang terpaku harus

mencari tukang karena atap bocor hingga air memenuhi ruangan, akan tetapi orang yang “talk

less do more” lebih memilih pindah tempat dan tidak akan terkena dampak atap bocor.

Dan kita tahu sendiri bagaimana dampak rokok bagi kesehatan!!

Sabtu, 26 September 2015

Kewirausahaan #

·        Definisi, tipe, profil dan model keirausahaan

Definisi Wirausaha
Wirausaha adalah kemampuan untuk berdiri sendiri, berdaulat, merdeka lahir dan bathin, sumber peningkatan kepribadian, suatu proses dimana orang mengejar peluang, merupakan sifat mental dan sifat jiwa yang selalu aktif dituntut untuk mampu mengelola, menguasai, mengetahui dan berpengalaman untuk memacu kreatifitas.
·         Tipe Wirausaha
1.       Penasehat (Advisor).
Kebanyakan konsultan dipercayai banyak orang karena pendidikan dan pengalaman yang mereka peroleh.
2.       Organisator.
Contoh usaha tipe ini adalah event organizer dimana anda harus memaintain ataupun me-manage jalannya sebuah usaha. 
3.       Creator.
Tipe yang ini adalah tipe pembangun bisnis dimana memerlukan kreativitas anda untuk mampu membuat barang atau jasa baru yang sebelumnya belum ada.
4.       Communicator.
Tipe ini adalah anda yang mampu memberikan informasi yang menjadi demand seperti bidang sales.
5.       Entertainer
Tipe ini adalah tipe entrepreneur yang mampu membuat atau menambah pengalaman positif bagi orang lain.
6.       Investor
Tipe ini adalah tipe entrepreneur yang di bidang saham atau property yang mampu membuat uang mereka bekerja.
7.       Seller
Tipe ini memiliki keahlian dalam menjual apapun mau itu jasa atau barang misalnya asuransi.
8.       Engineer / Technology
Tipe ini adalah pengusaha yang memiliki keahlian di bidang teknik, misalnya bidang otomotif.
·         Pofil Kewirausahaan
1.Kewirausahaan Rutin.
Wirausaha yang melakukan kegiatan sehari-hari cenderung menekankan pada pemecahan masalah dan perbaikan standar  prestasi tradisional.
2. Kewirausahaan Arbitase
Wirausaha yang selalu mencari peluang dalam kegiatan penemuan dan pemanfaatan.
3. Kewirausahaan Inovatif
    Kewiirausahaan dinamis yang menghasilkan ide-ide dan kreasi-kreasi baru yang berbeda.
·         Model Kewirausahaan
1.      proses inovasi.
2.      proses pemicu.
3.      proses pelaksanaan.
  1. proses pertumbuhan.

Berdasarkan analisis kewirausahaan, diketahui bahwa aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam melakukan wirausaha adalah :
  • mencari peluang usaha baru : lama usaha dilakukan, dan jenis usaha yang pernah dilakukan
  • pembiayaan : pendanaan – jumlah dan sumber-sumber dana
  • SDM : tenaga kerja yang dipergunakan
  • kepemilikan : peran-peran dalam pelaksanaan usaha
  • organisasi : pembagian kerja diantara tenaga kerja yang dimiliki
  • kepemimpinan : kejujuran, agama, tujuan jangka panjang, proses manajerial (POAC)
  • Pemasaran : lokasi dan tempat usaha

Daftar Pustaka
http://lifeskill.staff.ub.ac.id/2013/10/01/pengertian-dan-definisi-wirausaha-menurut-para-ahli-2/
http://entreprenaurship.blogspot.co.id/2011/12/bab-i-kewirausahaan-tipe-tipe.html
http://awaludinblogspotcom.blogspot.co.id/2011/10/profil-wirausaha.html
http://www.ridwanmenulis.com/2013/09/fungsi-dan-model-peran-kewirausahaan_5.html

http://adesyams.blogspot.co.id/2009/06/proses-kewirausahaan.html