Senin, 02 Mei 2016

PRESENTASI BISNIS

PRESENTASI BISNIS



Disusun Oleh :
Yulia Anggraini
2df02



Dosen        : Tanyo Setyowati




UNIVERSITAS GUNADARMA
ATA 2015/2016

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Atas berkat, rahmat dan hidayah-Nya maka penulis dapat menyelesaikan karya tulis yang berjudul “Presentasi Bisnis” ini hingga selesai.
Tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu untuk mengetahui sedikit banyaknya tentang materi mengenai presentasi bisnis.
Dan tidak lupa juga kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada orang tua kami yang telah memberikan dananya untuk membantu pembuatan makalah ini, kepada teman-teman sekalian yang telah memberikan banyak masukkan, saran dan kritikan tentang makalah ini, dan khususnya pada semua pihak yang mungkin tidak bisa saya sebutkan satu-persatu yang telah membantu saya dalam menyelesaikan makalah ini hingga selesai.
Dengan selesainya makalah ini kami berharap supaya makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca sekalian terutama pelajar didalam kehidupan sehari-hari mengenai masalah yang kami bahas.





                                                                                                Bekasi,  Oktober 2015


                                                                                                                        Penulis





DAFTAR ISI

Kata Pengantar                                                                                                                    i             
Daftar isi                                                                                                                              ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang                                                                                                   1
1.2  Rumusan Masalah                                                                                              1
1.3  Tujuan Penulisan                                                                                                1
BAB II PEMBAHASAN

BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan                                                                                                                   
3.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA                                                                                                      15













BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Dalam dunia bisnis, kegiatan presentasi atas berbagai peristiwa penting seperti pengajuan usulan proyek-proyek baru, pengembangan produk, perluasan pasar, dan sebagainya, bukanlah hal baru. Presentasi bisnis yang baik akan memberikan dampak yang baik pula bagi lembaga atau institusi yang melakukan presentasi. Oleh karena itu, dalam melakukan presentasi bisnis harus dilakukan persiapan secara matang sehingga tujuan presentasi bisnis yang efektif dapat tercapai.
Dalam makalah ini, akan dibahas tentang berbagai hal yang berkaitan dengan bagaimana melakukan presentasi bisnis yang baik, mulai dari tujuan melakukan presentasi bisnis, tahap persiapan, penentuan alat bantu presentasi bisnis, menganalisa audiens, menganalisa isyarat-isyarat nonverbal, peninjauan lokasi, bagaimana mengembangkan percaya diri dan berlatih presentasi bisnis.

1.2    Rumusan Masalah
1. Apa tujuan dari presentasi bisnis?
2. Bagaimana cara mempersiapkan presentasi bisnis yang baik?
3. Apa saja yang harus dilakukan dalam berlatih presentasi bisnis?

1.3  Tujuan Penulisan
1. Menjelaskan tujuan presentasi bisnis
2. Menjelaskan bagaimana cara mempersiapkan presentasi bisnis yang baik.
3. Mengidentifikasi perlengkapan yang diperlukan dalam presentasi bisnis
4. Menganalisis audiens yang akan dihadapi dalam presentasi bisnis







BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Tujuan Presentasi Bisnis
Presentasi bisnis adalah penyampaian data, fakta, dan informasi mengenai suatu produk oleh presentator kepada pihak terkait yang hadir dalam suatu forum bisnis.
Seorang presenter (pembicara) yang melakukan persentasi dihadapan pemirsa (audiens) tentunya memiliki tujuan tertentu yang ingin dicapai. Untuk mencapai tujuan tersebut, seorang presenter perlu mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, baik yang berkitan dengan persiapan mental, pemahaman materi yang ingin disampaikan, alat bantu yang digunakan, dan pemahaman yang baik terhadap audiens.
Secara umum, presentasi bisnis memiliki 4 tujuan pokok, yaitu:
Menginformasikan Pesan-Pesan Bisnis Kepada Audiens
Menghibur Audiens
Menyentuh Emosi Audiens
Memotivasi Audiens Untuk Bertindak
A.  Analisis Audiens
Untuk dapat melakukan presentasi bisnis yang baik, salah satu persyaratannya, pembicara harus dapat menganalisis audiens (audience analysis) secara tepat. Ketidaktepatan dalam menganalisis audiens akan membuat pembicara gagal atau kecewa karena tidak mampu menyampaikan presentasi dengan baik. Oleh karena itu, dalam menganalisis audiens seorang pembicara harus mampu menjawab enam pertanyaan mendasar berikut ini.
Siapa Audiensnya?
Apa yang Diinginkan Audiens?
Dimana Melakukan Presentasi?
Kapan Melakukan Presentasi?
Mengapa Melakukan Presentasi?
Bagaimana Melakukan Presentasi?

B.  Persiapan Presentasi Bisnis
Dalam bidang apapun, keberhasilan dapat diraih apabila persiapan dilakukan dengan baik. Begitu halnya dengan presentasi bisnis, presentasi bisnis yang baik hanya akan dapat dicapai jika persiapan untuk melakukan presentasi tersebut dilakukan dengan sebaik-baiknya.

C.  Alat Bantu atau Media Presentasi Bisnis
Alat bantu presentasi cukup banyak variasinya, mulai dari alat bantu presentasi yang konvensional sampai dengan yang modern atau kontemporer. Sebelum menggunakan alat bantu presentasi tersebut, sudah selayaknya apabila seorang pembicara memiliki kemampuan teknis operasional dan melakukan pemeriksaan sebelum alat bantu presentasi bisnis tersebut digunakan. Berbagai alat bantu presentasi bisnis mencakup antara lain; blackboard, whiteboard, flipcharts, transpartasi overhead projector, slide, papan tulis elektronik, VCR, panel LCD, LCD projector. Masing-masing alat bantu presentasi bisnis tersebut memiliki keunggulan dan kelemahan yang dapat dijelaskan berikut ini;
1.    Papan Tulis Hitam dan Papan Tulis Putih (blackboard dan whiteboard)
2.    Flip Charts
3.    Transparansi Overhead Projector
4.    Slide
5.    Papan Tulis Elektronik
6.    Video Cassette Recorder (VCR)
7.    Panel LCD
8.    Proyektor LCD

D.      Materi Presentasi
Penguasaan terhadap materi yang akan dipresentasikan merupakan salah satu syarat penting agar apa yang ingin disampaikan kepada audiens dapat mencapai sasaran. Ketidaksiapan terhadap materi yang akan dipresentasikan bukan saja menghambat penyampaian pesan terhadap audiens, tetapi juga akan memberikan citra (image) yang kurang baik bagi pembicara yang bersangkutan. Oleh karena itu, kuasailah materi tersebut dengan baik sebelum melakukan presentasi dihadapan audiens.

E.       Bahasa Tubuh
Dalam melakukan presentasi bisnis, sebenarnya bukan saja ucapan atau pembicara yang menjadi perhatian. Presentasi bisnis termasuk salah satu bentuk komunikasi nonverbal. Gerakan-gerakan yang sering dilakukan pembicara dalam melakukan presentasi bisnis antara lain meliputi ekspresi wajah, senyuman, kontak mata, gerakan tangan, gerakan kepala, dan cara berdiri.
Ekpresi Wajah
Ekspresi wajah adalah salah satu ekspresi tubuh yang dapat memberikan arti senang, senang, sedih, cemberut, atau marah. Wajah dapat mengekpresikan dirinya dengan polos, apa adanya tidak perlu ditutup-tutupi. Oleh karna itu saat melakukan presentasi bisnis seorang pembicara perlu berlatih bagaimana  menampilkan ekspresi wajah untuk mengekspresikan kesenangan, kesedihan, atau kemarahan terhadap sesuatu.
Senyuman
Menurut suatu penelitian, orang yang mudah tersenyum lebih bahagia dari pada mereka yang tidak pernah tersenyum. Para ilmuan membuktikan bahwa dengan tersenyum, seseorang yang mengeluarkan suatu zat kimia  didalam otak, sehingga ia merasa enak atau senang. Senyum dapat mengapus beda pendapat, mengobati perasaan sakit, memulai hubungan, meyakinkan teman, dan menyampaikan pengahargaan. Dalam presentasi bisnis, senyum yang polos, tulus dan tidak dibuat-buat dapat membuat penampilan lebih bersahabat dan membangun hubungan yang lebih  akrab terhadap audiens. Ada kecendrungan seseorang lebih senang melihat orang lain tersenyum dari pada cemberut. Oleh karna itu, senyumlah selama melakukan presentasi bisnis memiliki arti yang sangat penting. Tersenyumlah secara wajar atau secukupnya tetapi jangan berlebihan. 
Kontak Mata
Kontak mata (eye contact) yang efektif dan efesien adalah ciri-ciri profesionalitas pembicaraan. Menurut Leonardo da vinci, mata adalah cerminan jiwa. mata juga menunjukan keyainan diri seseorang. Sedangkan mata yang setangah tertutup memberikan kesan adanya keraguaan atau kesangsian.
Pada menit-menit pertama melakukan prsentasi bisnis, kontak mata memiliki makna yang cukup melakukan prsentasi bisnis tataplah para audiens dengan baik. Jangan memfokuskan perhatian pada seseorang atau sisi ruangan tertentu, tetapi tataplah mereka secara merata. Tatapan mata  si pembicara  keseluruh audiens menunjukan bahwa ia berharap semua audiens memperoleh perhatian yang sama. Pandanglah mereka dengan senyuman manis. Hindari ekspresi wajah yang cemberut.
Gerakan Tangan
Gerakan tangan sangat membantu dalam melakukan persentasi bisnis yang dapat memperkuat topik bahasan dan lebih membantu dalam meyakinkan audiens. Gerakan tangan yang dilakukan oleh pembicara saat persentasi bisnis ada bermacam-macam, sesuai keinginan pembicara namun harus tetap santun. Salah satu contoh gerakan tangan oleh pembicara adalah ketika pembicara menggerakkan tangan secara terbuka untuk menunjukkan kejujuran atau keterbukaan.
Gerakan kepala
Gerakan kepala pembicara dalam persentasi bisnis dapat menunjukkan tindakan setuju atau menolak suatu pernyataan. Seperti ketika kita setuju dengan sebuah pernyataan gerkan kepala kita adalah dengan menganggukkan kepala, sedangkan ketika kita menolah sebuah pernyataan maka gerakan kepala kita adalah dengan menggelengkan kepala.
Cara Berdiri
Berdiri dalam melakukan persentasi bisnis merupakan hal positif karena posisi pembicara tampak lebih tinggi dan lebih mudah bergerak serta mengatur pernapasan. Cara pembicara berdiri didepan audiens akan menentukan keberhasilan pembicara dalam menyampaikan persentasi. Cara berdiri pembicara yang baik dan benar adalah berdiri tegap, tegakkan dada dan bernafas dengan perut, condongkan kepalas sedikit kedepan, buka kedua tangan, dan jangan membungkuk.

F.   Percaya Diri
Salah satu faktor yang menyebabkan keberhasilan dalam persentasi bisnis adalah rasa percaya diri yang kuat dari pembicara ketika menyampaikan persentasi bisnis.
Gemetar
Tangan dan lutut gemetaran bukanlah disebabkan oleh adanya rasa takut, itu merupakan suatu proses homeostatic dari badan yang membuang kelebihan energy. Janganlah mencoba mengendalikan proses ini dengan mencengkram mimbar atau memasukkan tangan kedalam saku karena akan semakin memperparah masalah. Gunakan kelebihan energy tersebut secara positif dengan melakukan gerakan tubuh yang termotivasi oleh apa yang sedang disampaikan kepada audiens. Biarkan gerakan-gerakan itu terjadi secara wajar.
Bicara Terputus-putus
Jika saat presentasi bisnis seorang pembicara kehilangan urutan pemikiran atau terputus-putus, sebaiknya lepaskan kontak mata dengan audiens, ambil nafas dalam-dalam, hembuskan nafas secara perlahan-lahan, sambil melihat catatan-catatan kecil. Selanjuntnya, fokuskan perhatian pada apa yang sedang disampaikan dan dipresentasikan, dan bukannya apa yang terlupakan.
Mulut Kering
Jika saat pembicara melakukan presentasi bisnis dan terasa mulut kering, sebaiknya segera meminta disediakan segelas air minum dengan cara langsung atau tidak langsung. Kalau air minum telah tersedia, pembicara dapat langsung minum secukupnya. Di samping itu pada saat presentasi bisnis hindari mengunyah permen atau sejenisnya, karena hal itu dapat mengganggu artikulasi (pengucapan kata) dan dapat tertelan tanpa sengaja. Hal itu dapat mengganggu presentasi bisnis yang sedang berlangsung.
Percaya diri merupakan salah satu prasyarat bagi keberhasilan suatu presentasi  bisnis. Oleh karena itu seseorang  pembicara professional harus selalu mencari berbagai upaya untuk mengembangkan percaya diri. Peter Urs Benders dalam buku Secrets Of Power Presentations memberikan resep bagaimana seorang pembicara mampu mengembangkan percaya diri , yaitu :
1. Saat anda di perkenalkan, tersenyumlah dan pandanglah sekilas semua hadirin (audiens) dan kemudian keada orang yang mengatakan segala yang baik dari anda (yang memperkenalkan anda) . Jangan nunduk malu . Berbanggalah !
2. Mulailah perlahanlahan, dengan punggung dan dagu tegak . kemudian percepat  secara bertahap.
3. Bukalah presentasi anda dengan mengatakan sesuatu secara sungguhsungguh.
4. Mengakui anda lebih tau tentang topic tersebut, dari pada para pendengar anda. Anda seorang pakar.
5. Pakailah pakaian anda yang terbaik.
6. Yang terpenting , hiasi wajah anda dengan senyuman. Tubuh anda un akan merasa positif . Teruslah berkata ada diri sendiri betapa nyamannya perasaan anda.

2.2  Contoh Presentasi Bisnis Mengenai Sebuah Produk “Boneka Karakter”
Dalam menjalankan suatu usaha baru maupun usaha yang telah ada kita memerlukan banyak cara yang inovatif dan kreatif untuk dapat menarik para konsumen agar dapat membeli produk yang dijual atau jasa yang ditawarkan. Oleh karena itu, dalam perencanaan suatu bisnis kita juga harus mengenalkan apa yang kita jual dan tawarkan kepada konsumen melalui presentasi bisnis salah satunya. Dalam kasus ini produk yang saya tawarkan adalah Boneka dengan berbagai macam model dan bentuk yang sangat unit dengan kualitas terbaik yang dibuat sedemikian rupa untuk dapat menarik perhatian konsumen. Dan dalam prensetasi bisnis kita juga harus menyiapkan berbagai macam keperluan diantaranya :
1.    Audiens
Siapa Audiensnya?
Mahasiswa/pelajar, anak - anak, dan masyarakat umum.
Apa yang Diinginkan Audiens?
Menerima informasi sekaligus menambah wawasan tentang produk yang akan saya tawarkan.
2.    Undangan
Yang dimaksud undangan disini adalah persiapan apa yang akan dilakukan sebelum presentasi. Sebelum presentasi kita juga harus menyiapkan berbagai macam kebutuhan yang sangat penting lainnya seperti waktu, tempat, dan pada acara atau kegiatan apa saya mempromosikan dan tema apa yang diambil dalam mempresentasikan bisnis baru tersebut.
3.    Media
Media yang akan digunakan adalah Proyektor LCD (Liquid Crystal Display) karna merupakan salah satu alat bantu presentasi yang banyak digunakam oleh organisasi atau lembaga bisnis maupun nonbisnis.
4.    Materi Presentasi
Materi presentasi yang akan disampaikan adalah menguasai terlebih materi yang akan disampaikan termasuk salah satunya mengenai keunikan boneka lucu produk yang saya buat untuk di pasarkan dan di tawarkan kepada audiens yang mendengarkan serata masyarakat luas.
5.    Penampilan Rapih dan Riasan Wajah
Dengan berpenampilan rapih, sopan serta wajah yang cerah dan ceria akan menambah kepercayaan diri dalam melakukan presentasi tersebut terlebih lagi dengan membawa produk yang akan dipresentasikan, maka itu akan bisa menjadi suatu nilai jual tersendiri dimata para audiens.
6.    Mental
Salah satu faktor yang menyebabkan keberhasilan dalam persentasi bisnis adalah rasa percaya diri yang kuat dari pembicara ketika menyampaikan persentasi bisnis.



BAB III
PENUTUP

3.1  Simpulan            
Presentasi bisnis kerap kali dilakukan dalam dunia bisnis, baik dalam kaitannya dengan masalah pemasaran, keuangan, personalia, produksi, dan teknologi informasi. Oleh karena itu, mereka perlu memerhatikan berbagai faktor yang dapat menunjang keberhasilan presentasi secara efektif.
Presentasi bisnis memiliki empat tujuan utama yaitu menginformasikan pesan-pesan bisnis, menghibur audiens, menyentuh emosi audiens, dan memotivasi audiens untuk melakukan sesuatu. Meskipun dalam prakteknya, suatu perusahaan dapat saja bertujuan untuk sekedar menyampaikan pesan-pesan bisnis tertentu bagi audiens. Sebelum melakukan presentasi bisnis perlu dipersiapkan beberapa hal seperti penguasaan materi yang ingin disampaikan, penguasaan alat bantu presentasi bisnis, menganalisa audiens dan menganalisis lingkungan tempat berlangsungnya presentasi bisnis.
Alat bantu presentasi bisnis yang ada di pasar saat ini cukup banyak variasinya mulai dari yang paling sederhana sampai pada alat bantu visual elektronik dengan teknologi canggih. Sebagai sarana pendukung dalam presentasi bisnis, alat bantu itu diharapkan mampu memperjelas pemahaman para audiens dalam menangkap suatu materi dan menarik bagi audiens. Selain itu, perlu juga seorang presenter menganalisis bahasa tubuh yang sebaiknya digunakan, serta peninjauan lokasi secara sekilas. Satu hal yang tak boleh dilupakan adalah bagaimana berupaya untuk selalu menumbuhkan rasa percaya diri dan berlatih melakukan presentasi bisnis. Melalui presentasi ini, saya harap akan membawa hal yang positif bagi bisnis saya dan dapat meningkatkan penjualan produk tersebut.

3.2   Saran
Setelah mengetahui tentang berbagai tujuan, tahapan serta bagaimana cara melakukan presentasi bisnis, kita diharapkan dapat melakukan presentasi bisnis dengan baik dan benar.





DAFTAR PUSTAKA

http://kunangsenja.blogspot.co.id/2010/05/presentasi-bisnis.html

Senin, 21 Maret 2016

Pengertian dan Jenis - jenis Laporan bisnis (tugas softskill)

PENGERTIAN DAN JENIS - JENIS LAPORAN BISNIS

Disusun Oleh :

            Yulia Anggraini      5C214534

KELAS :2DF02


Dosen : Tantyo Setyowati


UNIVERSITAS GUNADARMA

ATA 2015/2016




KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Atas berkat, rahmat dan hidayah-Nya maka penulis dapat menyelesaikan karya tulis yang berjudul “Pengertian dan jenis – jenis laporan bisnis” ini hingga selesai.
Tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu untuk memenuhi tugas softskill sekaligus menambah ilmu pengetahuan dengan mengetahui sedikit banyaknya tentang materi mengenai pengertian dan jenis – jenis laporan bisnis pada komunikasi bisnis.
Dan tidak lupa juga sayamengucapkan banyak – banyak terimakasih kepada orang tuasaya yang telah memberikan dananya untuk membantu pembuatan makalah ini, kepada teman-teman sekalian yang telah memberikan banyak masukkan, saran dan kritikan tentang makalah ini, dan khususnya pada semua pihak yang mungkin tidak bisa saya sebutkan satu-persatu yang telah membantu saya dalam menyelesaikan makalah ini hingga selesai.
Dengan selesainya makalah ini sayaberharap supayamakalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca sekaliandidalam kehidupan sehari-hari mengenai masalah yang saya bahas.





                                                                                                Bekasi,Maret 2016


                                                                                                                        Penulis



DAFTAR ISI

Kata Pengantar                                                                                                           i                      
DaftarIsi                                                                                                                                  ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1  LatarBelakang                                                                                                       1
1.2  Batasan Masalah                                                                                                    1
1.3  Tujuan Penulisan                                                                                                   1
BAB II PEMBAHASAN
2.1  Pengertian Laporan bisnis                                                                          2
2.2  Penggolongan Laporan Bisnis                                                                  3
2.3  Tahap Sebelum Penulisan Laporan Bisnis                                                            4
2.4  Bagian Pokok Laporan Bisnis                                                                               5
2.5  Pengorganisasian isi Laporan Bisnis                                                                     6
2.6  Cara Menyusun Teks Laporan Bisnis                                                                   7
2.7  Metode Kerangka                                                                                                 7

BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan                                                                                                            8


BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Laporan bisnis adalah suatu laporan yang memiliki sifat netral, tidak memihak, memiliki tujuan yang jelas dan berisi rencana penyajian fakta kepada seseorang atau lebih untuk tujuan bisnis tertentu.
Pada umumnya penulisan laporan bisnis digunakan untuk memenuhi berbagai keperluan, antara lain:
1)      Untuk memonitor dan mengendalikan operasional perusahaan, misalnya, laporan operasi, laporan kegiatan karyawan.
2)      Untuk membantu mengimplementasikan kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur yang telah ditetapkan perusahaan, misalnya kebijakan penempatan karyawan.
3)      Untuk memenuhi persyaratan-persyaratan hukum dan peraturan-peraturan yang berlaku bagi perusahaan, misalnya laporan pajak, laporan analisis dampak lingkungan, laporan ketenagakerjaan (perburuhan).
4)      Untuk mendokumentasikan prestasi kerja yang diperlukan baik bagi keperluan internal maupun eksternal, misalnya laporan kinerja, laporan perkembangan kegiatan.
5)      Untuk menganalisis informasi dan memberikan bimbingan bagi pengambilan keputusan-keputusan atas masalah tertentu, misalnya laporan riset, laporan justifikasi.

1.2  Batasan Masalah
Tugas ini dibuat untuk memenuhi tugas softskill yaitu mengenai pengertian dan jenis laporan bisnis dalam perencanaan laporan bisnis

1.3  Tujuan Penulisan
Makalah ini diharapkan dapat memberi manfaat kepada para pembaca berupa :
1.      Pengetahuan mengenai laporan bisnis, dan
2.      Pemahaman mengenai apa itu laporan bisnis




BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Pengertian laporan bisnis
Laporan bisnis adalah suatu laporan yang memiliki sifat netral, tidak memihak, memiliki tujuan yang jelas dan berisi rencana penyajian fakta kepada seseorang atau lebih untuk tujuan bisnis tertentu.
Menurut Herta A. Murphy dalam Bukunya “ Efective Business Communications” mendefinisikan Laporan Bisnis (business report) adalah suatu laporan yang memiliki sifat netral, tidak memihak, memiliki tujuan yang jelas, dan berisi rencana penyajian fakta kepada seorang atau lebih untuk tujuan bisnis tertentu.
Menurut Himstreet Laporan Bisnis adalah suatu pesan-pesan objektif yang disusun secara teratur dan digunakan untuk menyampaikan informasi dari suatu bagian organisasional atau dari satu institusi atau lembaga kelembaga yang lain guna membantu pengambilan keputusan atau pemecahan masalah.
Pada umumnya penulisan laporan bisnis digunakan untuk memenuhi berbagai keperluan, antara lain:
1)      Untuk memonitor dan mengendalikan operasional perusahaan, misalnya, laporan operasi, laporan kegiatan karyawan.
2)      Untuk membantu mengimplementasikan kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur yang telah ditetapkan perusahaan, misalnya kebijakan penempatan karyawan.
3)      Untuk memenuhi persyaratan-persyaratan hukum dan peraturan-peraturan yang berlaku bagi perusahaan, misalnya laporan pajak, laporan analisis dampak lingkungan, laporan ketenagakerjaan (perburuhan).
4)      Untuk mendokumentasikan prestasi kerja yang diperlukan baik bagi keperluan internal maupun eksternal, misalnya laporan kinerja, laporan perkembangan kegiatan.
5)      Untuk menganalisis informasi dan memberikan bimbingan bagi pengambilan keputusan-keputusan atas masalah tertentu, misalnya laporan riset, laporan justifikasi.
Untuk memperoleh sumber pendanaan atau membuka bisnis baru, misalnya proposal penjualan, proposal pengembangan produk baru.


2.2  Penggolongan Laporan Bisnis
Laporan Bisnis dapat digolongkan menjadi :
1.    Menurut fungsinya.
Jenis laporan menurut fungsinya terdiri Laporan Informasional dan Laporan Analitis.        
Ø Laporan informasional adalah laporan yang member informasi, menyajikan fakta-fakta tanpa melakukan analisis, tanpa  kesimpulan, dan tanpa memberikan rekomendasi.
Ø Laporan Analisis adalah laporan yang menyajikan fakta, menganalisis dan menginterprestasikan, kemudian menyimpulkan dan memberi rekomendasi.
     Contoh : laporan kemajuan pekerjaan, Rekomendasi dan proposal.

2.    Laporan menurut Subjeknya
Laporan menurut subjeknya adalah laporan yang didasarkan menurut departemen atau unit tempat laporan itu diperoleh. Contoh-contohnya adalah laporan akuntansi, laporan personalia, laporan produksi dan sebagainya.

3.    Laporan menurut Formalitasnya
Laporan jenis ini dapat dibedakan atas laporan formal atau laporan laporan panjang (pada umumnya lebih dari 10 halaman) dan laporan nonformal atau laporan singkat.

4.  Menurut keasliannya
·         Laporan Otoritas : laporan yang dibuat atas dasar permintaan atau kuasa dari orang lain.
·         Laporan sukarela : inisiatif dari pembuat laporan itu sendiri.
·         Laporan swasta : laporan yang dibuat oleh organisasi atau perusahaan swasta.
·         Laporan public : disusun oleh lembaga pemerintah atau lembaga yang dibiayai Negara.

5.    Menurut frekuensinya
             Terdiri dari laporan berkala dan laporan khusus
·         Laporan Berkala yaitu laporan yang disusun harian, mingguan, bulanan, semesteran, tahunan.contoh: laporan penjualan
·         Laporan Khusus : laporan atas kejadian yang unik(khusus) seperti laporan mengenai krisis dalam perusahaan.
6.    Menurut jenisnya
     Suatu laporan dipengaruhi oleh formalitas dan panjangnya laporan.
·         Laporan infomal meliputi laporan memorandum, laporan surat, dan laporan cetak. laporan formal sering disebut dengan laporan panjang.
·          Laporan surat merupakan suatu laporan yang menggunakan format surat dengan kepala surat. Laporan dalam bentuk cetakan mempunyai judul yang sudah tercetak, instruksi, baris-baris kosong. Laporan formal biasanya lebih panjang daripada laporan informal.

7.    Menurut Kegiatan Projek
Dalam melakukan suatu proyek, terdapat tiga jenis laporan,yaitu laporanpendahuluan, laporan perkembangan, dan laporan akhir.

8.    Laporan menurut Pelaksanaan Pertemuan
                  Yang termasuk ke dalam laporan jenis ini adalah agenda, resolusi, notulen, dan laporan pertemuan.  
·         Agenda : suatu dokumen yang ditulis sebelum pertemuan berlangsung, dan biasanya terdiri atas jadwal pelaksanaan dan topic yang akan dibahas dalam pertemuan sehingga akan membantu peserta dalam persiapan.
·         Resolusi merupakan laporan singkat secara formal berisi hasil consensus suatu pertemuan.
·         Notulen adalah laporan resmi dalam suatu pertemuan yang telah berlangsung yang mencakup semua hal yang terjadi dalam suatu pertemuan. Mencakup pembahasan yang lebih luas dan berisi hasil pertemuan atau konferensi penting.
·         Laporan pertemuan merupakan laporan resmi yang mencakup bahasan yang lebih luas dan berisi hasil pertemuan atau konfrensi penting.


2.3  Tahap Sebelum Penulisan Laporan Bisnis
1)   Definisikah Masalah, Tujuan, dan Ruang Lingkup. Perencanaan adalah melakukan analisis masalah, yang mencakup tujuan penyusunan laporan.
2)   Pertimbangkan Siapa yang akan Menerima Laporan. Menentukan Ide atau Gagasan. Tuliskan semua ide yang terlintas secara umum. Kemudian buatlah laporan berdasarkan rencana kerja yang rinci.
3)   Mengumpulkan Bahan yang Diperlukan. Mengumpulkan fakta yang diperlukan dari sumber-sumber yang dapat dipercaya.
4)    Menganalisis dan Menafsirkan Data.
5)   Mengorganisasi Data dan Mempersiapkan Kerangka Akhir.

2.4  Bagian pokok Laporan Bisnis
1)   Pendahuluan
Dalam hal pendahuluan dapat dipertimbangkan beberapa hal seperti:
a.       Pemberi kuasa : individu atau organisasi yang meminta laporan
b.      Layout atau presentasi : informasi kepada pembaca tentang apa saja yang akan di bahas.
c.        Masalah : diformulasikan awal pada pendahuluan sebelum maksud dan tujuan laporan bisnis disampaikan.
d.       Maksud : point terpenting dalam pelaporan bisnis
e.        Ruang lingkup : berhubungan dengan luas cakupan atau batas bahasan
f.        Metodologi : metode pengumpulan informasi
g.       Sumber-sumber; sumber dalam pelaporan bisnis baik lisan maupun tertulis.
h.      Latar belakang : jika pembaca dianggap perlu mengetahui latar belakang maka,wajib disampaikan.
i.          Definisi istilah : menjelaskan beberapa istilah yang perlu dijelaskan
j.        Keterbatasan : dalam dana , waktu dan sumber  yang tersedia
k.       Rekomendasi
Untuk laporan singkat beberapa unsur tersebut dapat digabung menjadi satu atau dua paragraf dengan atau tanpa judul pendahuluan tapi biasanya bagian “pendahuluan ini dibuat sesuai dengan kebutuhan dan keinginan dari perusahaan tersebut”.
    
2)   Teks/isi
     Bagian terpanjang dari suatu laporan bisnis sehingga maksud dari laporan bisnis dapat dimengerti. Dalam bagian ini, kita membahas dan mengembangkan hal-hal yang penting secara rinci. Di samping itu, bagian ini dapat membantu kita mencapai maksud penulisan laporan bisnis. Penulisan laporan bisnis yang baik, harus mencakup temuan fakta yang penting dan relevan.
3)   Penutup
          Bagian penutup berfungsi untuk merangkum laporan secara menyeluruh, mengambil kesimpulan, atau memberi rekomendasi. Oleh karena itu, dalam Laporan Informasional bagian penutup ini dinamakan Rangkuman, sedangkan pada Laporan Analitis disebut Kesimpulan dan Rekomendasi. Hal-hal yang dipertimbangkan dalam bagian penutup adalah sebagai berikut:
a.         Rangkuman
Berisi ringkasan pembahasan secara menyeluruh.kadang kala hanya berisi point-poin yang penting, kekuatan dan kelemahan atau manfaat dan kerugian.
b.        Kesimpulan
Berisi evaluasi secara ringkas fakta – fakta yang dibahas tanpa memasukkan pendapat pribadi kita sebagai penulis.
c.           Rekomendasi
       Menyarankan suatu program tindakan yang didasarkan pada kesimpulan yang dibuat.
d.   Rencana Tindakan
Merupakan pernyataan terakhir yang mencakup waktu  pelaksanaan program, anggaran yang diperlukan dan orang-orang yang bertanggung jawab terhadap program yang

2.5  Pengorganisasian Isi Laporan Bisnis
Ada 2 cara yang dapat digunakan untuk menyusun isi laporan bisnis yaitu cara deduksi (langsung) dan cara induksi (tak langsung).
1.    Cara Deduksi
Menyampaikan ide pokok dan rekomendasi terlebih dahulu,setelah itu baru dijelaskan hal – hal yang rinci.Digunakan pada kriteria pembaca:
a.       Esekutif yang sibuk,ingin berita segera,
b.       Ingin mengetahui berita baik atau informasi netral,
c.        Ingin menganalisa data dengan baik ketika analisa laporan berada diawal.





2.    Cara induksi
Menjelaskan fakta – fakta yang ada terlebih dahulu,kemudian memberikan ide pokok, kesimpulan dan rekomendasi.Digunakan pada kriteria pembaca:
a. Ingin mengetahui penjelasan secara rinci terlebih dahulu,
b. Ingin mengetahui kesimpulan yang kurang menyenangkan,
c. Perlu membaca laporan secara keseluruhan bukan awalnya saja.
2.6  Cara Menyususn Teks Laporan Bisnis
Cara mengembangkan teks dengan berbagai cara berikut ini:
a.         Membuat Topik-topik atau Kriteria
b.        Menyusun Urutan suatu Peristiwa atau Kejadian-kejadian
c.          Mendeskripsikan Lokasi atau Tempat
d.         Menjelaskan suatu Proses atau Prosedur
e.         Menyusun Urutan Tingkat Pentingnya secara Alfabet
f.          menyusun Urutan Tingkat Familiaritas
g.         Menyusun Sumber-sumber yang Digunakan
h.         Pemecahan Masalah
2.7  Metode Kerangka
Jenis-jenis Judul
Judul topik (topic headings), Judul kalimat (complete sentence headings), Judul kalimat imperatif (imperative sentence headings), Judul varian (variant headings)
ü  Format Kerangka
ü  Paralelisme dalam Judul









BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Laporan bisnis adalah suatu laporan yang memiliki sifat netral, tidak memihak, memiliki tujuan yang jelas dan berisi rencana penyajian fakta kepada seseorang atau lebih untuk tujuan bisnis tertentu.
Laporan Bisnis dapat digolongkan menjadi :
1.    Menurut fungsinya.
Ø Laporan informasional
Ø Laporan Analisis
2.      Laporan menurut Subjeknya
3.    Laporan menurut Formalitasnya
4.  Menurut keasliannya
·         Laporan Otoritas
·         Laporan sukarela
·         Laporan swasta
·         Laporan public
5.    Menurut frekuensinya
·         Laporan Berkala
·         Laporan Khusus
6.    Menurut jenisnya
     Suatu laporan dipengaruhi oleh formalitas dan panjangnya laporan.
·         Laporan infomal meliputi laporan memorandum, laporan surat, dan laporan cetak. laporan formal sering disebut dengan laporan panjang.
·          Laporan surat merupakan suatu laporan yang menggunakan format surat dengan kepala surat.
7.    Menurut Kegiatan Projek
8.    Laporan menurut Pelaksanaan Pertemuan
4)   Pendahuluan
Dalam hal pendahuluan dapat dipertimbangkan beberapa hal seperti:
1)      Pemberi kuasa
2)      Layout atau presentasi
3)      Masalah
4)      Maksud
5)      Ruang lingkup
6)      Metodologi
7)      Sumber-sumber
8)      Latar belakang
9)      Definisi istilah
10)   Keterbatasan
11)   Rekomendasi
5)   Teks/isi
6)   Penutup
e.         Rangkuman
f.         Kesimpulan
g.        Rekomendasi
h.        Rencana Tindakan

Tahap Sebelum Penulisan Laporan Bisnis
1)   Definisikah Masalah, Tujuan, dan Ruang Lingkup.
2)   Pertimbangkan Siapa yang akan Menerima Laporan. Mengumpulkan Bahan yang Diperlukan.
3)    Menganalisis dan Menafsirkan Data.
4)   Mengorganisasi Data dan Mempersiapkan Kerangka Akhir.